Para penari ada budaya Maluku sedang membawakan tari Lenso

Dalam Rangka memeriahkan peringatan HUT kemerdekaan RI ke -77, SMP Negeri 1 Semanding ikut berpartisipasi dalam kegiatan SPECTA NIGHT CARNIVAL yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Tuban pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2022.

Dengan mengusung tema BUDAYA ADAT MALUKU, SMPN 1 Semanding membawa rombongan yang terdiri dari 23 siswa dan 6 orang guru yang bertugas sebagai pembina. Iring-iringan pawai dimulai dengan identitas dan banner. di belakangnya adalah pengantin adat maluku. Sepasang muda mudi yang gagah dan cantik yang mengenakan busana pengantin adat Maluku duduk dengan elegan di kursi paling depan pada mobil hias. Dengan busana bernuansa merah dan putih yang sangat cerah seperti kebanyakan busana adat Maluku

Walaupun malam mulai dihiasi gerimis, tidak melunturkan semangat untuk memeriahkan Specta Night Carnival

Di belakang sepasang pengantin adalah Monumen Gong Perdamaian (World Peace Gong), salah satu icon dari daerah Maluku yang merupakan monumen peringatan tragedi kemanusiaan di Ambon tahun 1999. Dengan membawa monumen tersebut pada carnival ini, semua seolah diajak untuk terus ingat akan tugas menjaga perdamaian di bumi NKRI tercinta ini.

Selanjutnya, pada pawai ini juga diurusung rumah adat Maluku yaitu rumah Baileo, rumah adat yang saat ini masih banyak terjaga kelestariannya erutama di kecamatan saparua, Maluku Tengah. Miniatur rumah adat ini dibuat dengan atap yang menyerupai jerami seperti atap rumah Baileo pada umumnya. karena kegiatan dilaksanakan pada malam hari, rumah ini dihias dengan lampu-lampu yang cantik sehingga menambah keindahan rumah adat ini.

Pada barisan paling akhir adalah para penari adat. Siswi-siswi dari SMP 1 Semanding yang berjumlah 18ini menarikan beberapa tarian adat Maluku, salah satunya yaitu tari Lenso. sebuah tarian yang dibawakan dengan lengak lengok ceria oleh mudi-mudi dengan sapu tangan berwarna cerah sebagai ornamennya. selain tari Lenso, mereka juga menari saat lagi dari maluku rasa Sayange diperdengarkan. Lagu dengan irama rampak ceria dengan gerakan-gerakan tari yang ceria dan dihiasi senyum menawan para penari tentu membuat malam yang sempat diguyur hujan menjadi demikian indah indah tengah malam menyapa.