
Program vaksinasi dengan sasaran untuk usia 12 – 17 tahun, kini juga dilaksanakan di sekolah. Salah satunya di SMP Negeri 1 Semanding, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021. Program vaksinasi covid-19 ini bekerja sama dengan Puskesmas Semanding dan beberapa instansi terkait yaitu Polsek Semanding dan Koramil Semanding. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di ruang kelas IX – B dan IX – C. Satu ruang digunakan untuk pengecekan kesehatan dan injeksi, sedangkan satu ruang lainnya digunakan sebagai ruang tunggu peserta vaksinasi.
Sebelum kegiatan vaksinasi seluruh siswa menerima pengarahan dari kepala sekolah Ibu Hj. Jajuk Jurijatmi, S.Pd, M.Pd dan Bapak Muntari, S.Pd selaku ketua tim tanggap bencana SMP Negeri 1 Semanding. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya vaksinasi covid-19 dan untuk meminimalissasi kekhawatiran siswa dari banyaknya berita negatif yang beredar di masyarakat tentang efek dari vaksin covid-19.
“Vaksinasi covid-19 ini sangatlah penting bagi kesehatan kita semua, supaya semua kegiatan kita terlebih dalam proses pembelajaran kembali normal. Tidak perlu takut tentang efek dari vaksin covid-19 selama kalian dalam kondisi sehat, insya Allah tidak akan terjadi efek buruk seperti yang banyak diberitakan di televisi. Setelah dilakukan vaksi nanti, diharapkan kalian masih harus menerapakan protokol kesehatan dengan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas) serta 3T (Testing, Tracing, Treatment),” ujar Bapak Muntari saat memberikan pengarahan.
Pemberian vaksin pada tahap I diutamakan untuk siswa – siswi kelas IX, untuk selanjutnya secara bertahap akan diberikan kepada siswa kelas VIII dan VII. Sejumlah 220 siswa kelas IX hadir dan menunggu giliran untuk divaksin. Sebelumya siswa kelas IX diminta untuk membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan dikumpulkan untuk pengisian data diri siswa. Selanjutnya siswa yang telah didata melakukan cek kesehatan. Bagi siswa yang memenuhi syarat kesehatan dilanjutkan dengan input data dan skrining. Setelah dinyatakan layak untuk diberi vaksin, dilakukan penyuntikan vaksin dan dilakukan observasi. Jika dalam waktu 30 menit tidak ada keluhan siswa diberikan kartu vaksin dan diizinkan untuk pulang.
Tidak semua kelas IX mendapatkan vaksin tahap I karena jumlah dosis vaksin untuk tahap I terbatas hingga 125 dosis saja. Sebagian siswa harus pulang dengan kecewa karena menunggu hingga pukul 14.00 WIB dan belum mendapatkan vaksin pada tahap I.
“Awalnya saya takut kalau tidak mendapatkan vaksin tahap I, karena jumlahnya yang terbatas. Tapi, setelah menunggu cukup lama, alhamdulilah saya dapat juga,” ujar Gestia kelas IX-F dengan riang gembira.
“Sudah menunggu dari pagi hingga sore ternyata tidak mendapatkan vaksin pada tahap I. Semoga segera ada tahap selanjutnya untuk kami yang belum mendapatkan vaksin tahap I,” Maya dari kelas IX-G menyampaikan harapannya.




